Pelibatan Masyarakat Lokal dalam Program Pelestarian Lingkungan, Kenapa Penting?

Dulu waktu masih kuliah, tertarik sekali sama isu pelestarian satwa liar, khususnya orangutan. Puji Tuhan dapat kesempatan berkontribusi untuk pelestarian orangutan di Kalimantan tahun 2014 sampai sekarang.

Maria Herin

Maria Herin atau akrab dipanggil Maria berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) namun telah bekerja di Kalimantan Barat kurang lebih sembilan tahun. Saat ini ia adalah advisor Pongo Ranger Community (PRC) dengan latar belakang pendidikannya dari jurusan kehutanan.


Awalnya, ia bekerja di pemerintahan sebelum akhirnya bekerja di NGO. Melalui keterlibatannya dalam program Bakti Rimbawan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan sering ikut dalam rapat bersama partner NGO, maka ia semakin tertarik dengan kegiatan yang lebih community center. Ia memilih Kalimantan untuk bekerja hampir satu dekade karena jatuh cinta dengan hutan Kalimantan yang kaya akan biodiversitasnya. Meskipun saat ini ia memilih kembali ke daerah asalnya, Maria masih aktif mengkampanyekan perlindungan biodiversitas dengan melibatkan komunitas lokal, baik orang tua maupun anak muda. 

Isu lingkungan yang menjadi fokus saat ini

Pada masa kuliah, ia bercerita mengenai isu pelestarian satwa liar yang menjadi fokus utamanya, terutama orangutan. Ia bersyukur mendapat kesempatan berkontribusi untuk pelestarian orangutan di Kalimantan tahun 2014 hingga sekarang. Selain itu, Maria saat ini juga fokus dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan. Hal ini penting karena menjadi strategi dalam pelestarian hutan dengan meningkatkan rasa kepemilikan oleh masyarakat sekitar. Baginya, mengenali dan memiliki saja tidak cukup, masyarakat sebisa mungkin memperoleh manfaat ekonomi dari hutan di sekitarnya.

Dengan menjaga satwa liar ini, kita turut menjaga hutan yang menjadi habitat nya. Masyarakat yang tinggal di sekitar hutan juga harus diperhatikan, dengan diberikan edukasi tentang bagaimana memanfaatkan hutan yang tidak eksploitatif, agar satwa liar bisa hidup berdampingan dengan masyarakat.

Maria Herin

Dinamika bersama PRC

Tahun 2015, Maria diundang menjadi salah satu pemateri dalam conservation camp yang menjadi cikal bakal munculnya ide pembentukan PRC.  Setelah kegiatan tersebut, ia terlibat dalam beberapa program PRC seperti Afternoon Chit Chat, penanaman mangrove, webinar, diskusi, hingga pelatihan kepada anak muda dan perempuan. Bergabung bersama Pongo Ranger memberinya insight baru tentang bagaimana menjaga lingkungan dengan konsistensinya mengurangi plastik sekali pakai di setiap event.

So, akhirnya saya jadi paham bahwa untuk menjaga lingkungan, kita bisa mulai dari hal kecil. It’s a small act, but if people do it often, it can have a good impact, right?

Maria Herin

Pentingnya melibatkan masyarakat dalam program pelestarian lingkungan

Dengan pengalamannya bekerja bersama NGO, tentu ia sudah tidak asing dengan pendekatan yang melibatkan masyarakat untuk menyukseskan program pelestarian lingkungan. Ia bercerita tentang pentingnya menjadi fasilitator agar pendekatan lebih partisipatif. Dengan metode ini, masyarakat merasa mereka sebagai pemilik dan pengelola kawasan terlibat secara penuh dalam memetakan, merencanakan, menjaga dan memonitor kondisi lingkungannya dengan kearifan yang mereka miliki. Di sini lah peran community development, untuk memfasilitasi masyarakat menjadi subject dari apa yang seharusnya mereka jaga dan beradaptasi terhadap tantangan global yakni perubahan iklim.

Meski demikian, tentu dalam pelaksanaannya ia menemukan beberapa tantangan. Ia memberi contoh dua tantangan yang kerap ia temukan di lapangan yakni resistensi dari masyarakat akibat belum adanya rasa percaya dan pendekatan yang berbeda-beda di tiap lokasi. Namun, dengan tantangan tersebut, ia dan rekan-rekannya terdorong untuk mencoba metode-metode lain yang cocok untuk lokasi tertentu. Ia berbagi saran mengenai tahapan yang biasa ia lakukan ketika menghadapi tantangan tersebut : 

  1. Kenali sosial budaya masyarakat pada lokasi target
  2. Tentukan pendekatan yang paling relevan dengan kondisi masyarakatnya. Temukan orang yang tepat untuk menjadi “pintu masuk”
  3. Jangan malu untuk minta bantuan pada pimpinan atau mentor. Mereka pasti punya pengalaman yang lebih kaya
  4. Kolaborasi dengan key stakeholder yang memiliki visi sama

Pengalaman berkesan 

Dengan keterlibatannya dalam berbagai program community development, ia sering mendapatkan pengalaman menarik. Baginya semua masyarakat yang ia temui, selalu mengajarkan hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya. Seperti di Melawi, ia belajar bagaimana proses membuat gula merah dari tebu, bagaimana membuat butter dari buah tengkawang, pertama kali makan sorgum, lihat babi berenang, dan masih banyak lagi.  Saat di Ketapang, ia pertama kali menanam dan memanen padi, menerbangkan drone, mandi di kanal air gambut, naik motor untuk patroli kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dan makan sate nanas. Ditambah lagi dengan melihat burung maleo pertama kali di Pohuwato. Hingga di NTT, ia berkesempatan melihat pohon kenari berusia lebih dari 100 tahun, pohon vanili, keluar masuk hutan bambu yang dingin, jalan diantara jutaan belalang, dan melihat elang berburu belalang.

Interviewee : Maria Herin

This interview has been edited for length and clarity